Menu

Suhu Kantor Mampu Meningkatkan Produktivitas Pekerja



Kearifan konvensional menuliskan bahwa menentukan suhu kantor yang ideal, termasuk dalam hal penting untuk produktivitas pekerja. Perbedaan hanya beberapa derajat saja dapat berdampak signifikan pada seberapa konsentrasinya dalam keterlibatan karyawan.

Selama beberapa dekade, riset yang ada menyarankan memulai suhu kantor antara 70 dan 73 derajat Fahrenheit akan menjadi yang terbaik untuk sebagian besar pekerja.

Masalahnya ialah bahwa penelitian tersebut sudah ketinggalan zaman. Terutama didasarkan pada kantor yang penuh dengan karyawan laki-laki, sebab sebagian besar tempat kerja hingga paruh kedua abad ke-20. Namun, gedung-gedung perkantoran saat ini ingin mempunyai pekerja wanita dan beberapa pekerja pria. Jadi haruskah hal seperti ini mempengaruhi keputusan mengenai suhu kantor?

Wanita dan Suhu Kantor

Berdasarkan keterangan dari sebuah studi tahun 2015, kimia tubuh perempuan yang berbeda harus dipertimbangkan saat mengatur termostat kantor, khususnya di bulan-bulan musim panas saat pendingin udara berlangsung sepanjang hari. Wanita mempunyai tingkat metabolisme yang lebih rendah daripada lelaki dan ingin mempunyai lebih banyak lemak tubuh. Ini berarti perempuan akan ingin lebih rentan terkena flu daripada pria. Jadi, andai ada banyak wanita di kantor Anda, beberapa penyesuaian suhu mungkin diperlukan.

Meskipun riset dapat merekomendasikan 71,5 F sebagai suhu minimum yang bisa diterima, manajer kantor harus mempertimbangkan tidak hanya berapa banyak wanita di kantor, namun bagaimana bangunan dirancang. Jendela besar yang membiarkan banyak sinar matahari menciptakan ruangan terasa lebih hangat. Langit-langit yang tinggi bisa menyebabkan penyaluran udara yang buruk, dengan kata lain pemanas atau pendingin udara mesti bekerja lebih keras. Mengetahui bangunan Anda, serta orang-orang di dalamnya, sangat penting untuk menemukan suhu ideal tersebut.

Suhu Mempengaruhi Produktivitas

suhu kantor

Jika produktivitas merupakan faktor pendorong dalam pengaturan suhu kantor, melihat penelitian lama bahwa hal ini tidak akan membantu menciptakan tempat kerja yang nyaman. Tetapi penelitian mengindikasikan bahwa saat suhu naik, produktivitas menurun. Masuk akal bahwa pekerja laki-laki dan wanita akan kurang produktif di kantor dengan suhu lebih dari 90 F. Hal yang sama berlaku saat suhu menurun, dengan termostat yang diatur di bawah 60 F, orang akan menguras lebih banyak energi menggigil daripada konsentrasi pada kegiatan mereka.

Faktor-Faktor Lain Yang Mempengaruhi Persepsi Suhu

  • Berat badan seseorang, terutama indeks massa tubuh atau BMI, bisa memengaruhi reaksi mereka terhadap suhu. Mereka yang mempunyai berat lebih akan merasa hangat lebih cepat, sedangkan mereka yang mempunyai BMI lebih rendah dari rata-rata seringkali menjadi lebih gampang kedinginan.
  • Usia juga berperan. Seiring meningkatnya usia, terutama di atas 55, kita lebih gampang terkena flu. Jadi tenaga kerja yang lebih tua dapat mengambil manfaat dari suhu kantor yang sedikit lebih hangat.
  • Kelembapan mempengaruhi teknik kita memandang suhu. Jika udaranya terlampau lembab, hal tersebut dapat memengaruhi kemampuan orang untuk berkeringat, yang bisa menyebabkan kelelahan karena panas. Tingkat kelembaban relatif 40 persen optimal untuk kenyamanan sepanjang tahun. Sedangkan kelembaban tinggi dapat terasa menekan, kelembaban rendah dapat menciptakan udara terasa lebih dingin daripada itu, yang juga bisa bermasalah. Ini dapat mengakibatkan kulit, tenggorokan, dan hidung terasa kering dan tidak nyaman.
  • Menjadi terlampau lembab atau tidak cukup lembab mempengaruhi suhu yang dialami dan tingkat kenyamanan. Jadi menjaga tingkat kelembaban relatif yang baik adalah kunci untuk menjaga lingkungan kantor yang sehat dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *