Menu

Month: January 2019

10 Tips Menjadi Team Work Yang Baik di Keragaman Teman Kerja

Jadikan team work yang sukses dengan beberapa faktor berpengalaman ini

Pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana sejumlah kelompok kerja mengindikasikan team work yang efektif dan bermanfaat bagi antara staff? Team work yang efektif dapat dikatakan sederhana dan sekaligus dikatakan sulit.

Inilah sebabnya kenapa begitu banyak team berusaha untuk menemukan hubungan, interaksi, dan pembagian tugas yang benar. Keberhasilan mereka tergantung pada faktor-faktor ini.

Team terbentuk mulai dari empiris hidup yang berbeda, empiris kerja yang berbeda, dan sebanyak tingkat keberhasilan bekerja dengan team sebelumnya yang sekarang dipertemukan dengan anggota team yang baru untuk pencapaian misi yang baru pula.

Mengingat kompleksitas pembentukan team tergolong norma dan pedoman interaksi team yang secara sadar atau terbius berkembang. Maka akan terbentuklah team work yang efektif dan bermanfaat serta menakjubkan.

Anda bisa secara signifikan menambah peluang team work yang bergabung atau mengawasi dalam menyerahkan kontribusi yang diperlukan. Dengan bantuan dan pemeliharaan yang tepat, team dapat sukses melampaui khayalan Anda yang sangat liar. Jangan biarkan apa pun merintangi Anda ketika menolong team Anda berhasil.

Team memiliki keperluan dasar yang mesti dinyatakan dan diisi, jika Anda menginginkan team Anda merasakan kesuksesan terbesar mereka. Tidak akan ada team work yang akan sukses jika tidak memiliki dasar-dasar atau misi-misi.

Kunci sukses untuk sebuah team work

Sepuluh tips ini harus diterapkan pada lingkungan kerja supaya pekerjaan team work yang sukses dapat terjadi. Team work yang sukses ialah landasan untuk membuat sebuah team yang bermanfaat dan berkontribusi. Seperti contoh team operasional untuk judi bola online terpercaya yang terdiri dari Marketing, Customer Service dan Operator Transaksi, sangat memerlukan proses yang berkesinambungan untuk menjaga kekompakan team work di perusahaan. Yuk kita bahas satu persatu kuncinya:

  1. Team mengetahui tujuan dan berkomitmen untuk mencapainya. Arahan dan kesepakatan yang jelas mengenai misi dan destinasi ini sangat penting untuk kerja team yang efektif. Anggota team harus mempunyai misi borongan yang disepakati dan yang meluangkan payung untuk seluruh yang sedang dilakukan oleh tim. Team work ini diperkuat saat perusahaan mempunyai harapan yang jelas untuk kegiatan team, tujuan, akuntabilitas, dan hasil.
  2. Team membuat lingkungan di mana orang merasa nyaman dalam mengambil tindakan atau risiko yang lumrah dalam berkomunikasi dan mengadvokasi posisi. Harus terjalin kepercayaan sesama anggota team. Anggota team jangan dihukum jika terdapat ketidaksetujuan, ketidaksepakatan yang diinginkan dan dihargai.
  3. Komunikasi terbuka, jujur, dan hormat. Orang akan merasa bebas dalam mengekspresikan pikiran, pendapat, dan penyelesaian potensial mereka terhadap masalah. Orang-orang merasa seakan-akan didengar dan didengarkan oleh anggota team yang berjuang memahami. Anggota team mengemukakan pertanyaan untuk kejelasan dan bersedia meluangkan waktu beranggapan mereka memperhatikan secara mendalam daripada membentuk sangkalan saat teman kerja mereka berbicara.
  4. Anggota team mempunyai rasa yang powerful terhadap kelompoknya. Mereka merasakan komitmen yang mendalam terhadap keputusan dan perbuatan kelompok. Rasa mempunyai ini ditingkatkan dan diperkuat saat team menguras waktu untuk mengembangkan norma-norma team work atau pedoman hubungan bersama.
  5. Anggota team di anggap sebagai orang menarik dengan pengalaman, sudut pandang, pengetahuan, dan pendapat yang tak tergantikan yang berguna dalam hal berkontribusi. Bagaimanapun, destinasi pembentukan team ialah untuk mengambil keuntungan dari perbedaan. Kalau tidak, kenapa perusahaan mendekati projek, produk, atau destinasi dengan team? Kenyataannya, semakin banyak yang didapatkan oleh sebuah team mulai dari sudut pandang yang berbeda, yang dipresentasikan dan didukung dengan kenyataan serta pendapat akan semakin baik.
  6. Kreativitas, inovasi, dan sudut pandang yang bertolak belakang diharapkan dan didorong. Contohnya komentar seperti, “kami telah mencobanya dan tidak berhasil” dan “ide bodoh” tidak diperbolehkan atau didukung. Anggota team mengakui bahwa kekuatan dalam mempunyai team ialah bahwa masing-masing anggota membawa keragaman pada upaya untuk menuntaskan masalah, menambah proses, menjangkau tujuan, atau membuat sesuatu yang baru dan menarik.
  7. Team dapat memeriksa dirinya sendiri dan terus menambah proses, praktik, dan interaksi antar anggota team. Team secara terbuka membicarakan norma-norma team dan apa yang mungkin menghambat kemampuannya untuk bergerak maju dalam bidang usaha, bakat, dan strategi. Team menyelenggarakan rapat untuk meninjau penilaian proses dan peradaban team dalam mendekati dan menuntaskan misi dari sebuah team.
  8. Team telah menyepakati prosedur untuk mendiagnosis, menganalisis, dan menuntaskan masalah dan konflik kerja. Team tidak membantu konflik dan perselisihan kepribadian anggota dan anggota team pun tidak memihak perselisihan. Sebaliknya, anggota bekerja ke arah penyelesaian secara bersama dalam menghadapi masalah dan perbedaan pendapat.
  9. Kepemimpinan partisipatif dipraktikkan dalam memimpin rapat, memutuskan tugas, menulis keputusan dan komitmen, menilai kemajuan, meminta pertanggungjawaban anggota team, dan menyerahkan arahan untuk team.
  10. Anggota team menciptakan keputusan berkualitas tinggi bersama dan memiliki bantuan dan komitmen untuk mengembangkan keputusan yang dibuat. Mereka pun mendapatkan bantuan dan komitmen dari orang-orang yang mereka laporkan untuk menjangkau dan mengkomunikasikan peradaban dan kesuksesan tim.